Part 3: Are You SMART Enough

Sejauh ini kita sudah bahas tentang cara menerapkan SMART. Kita sudah bahas tentang caranya menspesifikasikan mimpi, bagaimana caranya mengukur apakah mimpi yang ingin kamu capai itu bisa dicapai atau enggak. Nah, sekarang kita akan bahas aspek terakhir, Time Measured.

Time Measured

Aspek terakhir yang harus dipertimbangkan waktu ingin menggapai mimpi adalah kapan. Masih kita pakai contoh yang sama, mau beli kendaraan. Pertanyaan yang harus kita tanyakan adalah kapan kita ingin mobilnya ada? Kapan kita harus bayar DP-nya? Kapan kita harus bayar cicilannya? Kapan cicilannya akan lunas? Dan segudang kapan lainnya…

Pastikan kita sudah bisa menjawab pertanyaan ini dengan jelas, karena ini akan membantu kamu dalam membuat perencanaan yang jelas.

Smart but Stupid

Salah satu jebakan yang sering dialami orang waktu membuat perencanaan keuangan dengan cara SMART adalah mereka menggunakan metode SMART tapi kurang smart dalam menggunakannya. Biasanya masalahnya cuma ada dua:

  1. Orang cenderung melebih-lebihkan kemampuannya
  2. Orang cenderung merendahkan kemampuannya

Karena itulah waktu kita break down mimpi kita, penting untuk kita jujur pada diri sendiri. Apa memang mimpi yang kita kejar ini realistis? Apa memang mimpi yang kita sedang usahakan kita bisa dicapai dengan keadaan kita sekarang?

Kalau memang tidak mampu, ya bilang saja tidak mampu. Enggak salah kok kalau memang belum mampu. Tapi, kalau kita merasa kita bisa, walau sulit, go on.

Kadang kita perlu juga loh menetapkan suatu tujuan yang sepertinya besar, sulit tapi sebenarnya masih dalam batas kemampuan kita, karena dengan begitu kita akan berkembang.

Nah, sobat SOC, bagaimana dengan kalian? Apa kalian punya mimpi yang ingin dicapai? Jangan lupa gunakan metode SMART ya buat mencapainya, tapi please be realistic ya…

Samuel Christian Tjahyadi, CFP®

International Financial Advisor

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *