Survey: Bahkan Klien Kaya Berjuang dengan Literasi Keuangan

Para penasihat keuangan menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengedukasi klien tentang kesehatan finansial, tetapi itu masih belum cukup. Banyak yang tidak diasuransikan atau kurang diasuransikan, hidup dari pendapatan/gaji ke gaji selanjutnya dan berjuang agar melek mengenai finansial dasar.

Hal ini hanyalah beberapa temuan dalam Laporan Keuangan Finansial Perencanaan Keuangan perdana. Dalam survei komprehensif ini, para penasihat menyampaikan keprihatinan mereka yang paling mendesak tentang kesehatan keuangan klien mereka. Mereka juga mengungkapkan solusi terbaik mereka untuk membantu klien agar berhasil.

Umur Membantu.. Tetapi tidak Sepenuhnya

Meskipun klien yang lebih muda dan kurang “kaya” adalah yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari perencanaan keuangan – dan anggaran – beberapa klien yang lebih tua dan bernilai tinggi (High-Net-Worth-Individual) membutuhkan bantuan penganggaran juga. “Terkadang klien tidak menerima saran saya,” keluh seorang perencana keuangan. Lebih sedikit dari 10% klien di atas umur 65 yang hidup dari gaji ke gaji, menurut penasihat keuangan yang disurvei. Sebaliknya, 50% dari klien yang lebih muda antara usia 25 hingga 34 hidup seperti itu.

Namun, sementara usia cenderung membawa stabilitas keuangan, risiko keuangan memangkas semua tingkat pendapatan. Yang mengejutkan, 24% dari penasihat mengatakan, setidaknya 50% dari klien mereka yang bernilai tinggi (High-Net-Worth-Individuals), mereka yang memiliki lebih dari $ 1 juta (~Rp 15 Milyar) dalam aset yang dapat diinvestasikan, hidup dari pendapatan/gaji ke gaji. Menurut survei, keadaan darurat keuangan akan menyebabkan bencana bagi 40% klien. 26% klien lainnya, memiliki tabungan darurat, tetapi tidak cukup untuk menghadapi krisis uang yang sebenarnya. Dari para klien yang tidak siap, hampir setengah (48%) memiliki kurang dari $ 250.000 (~Rp 3,75 Milyar) dalam aset yang dapat diinvestasikan.

Satu penasihat keuangan mengatakan kepada kliennya: “Pastikan, anda dapat membayar Asuransi.”

Klien yang bekerjasama untuk pertama kalinya dengan penasihat keuangan dapat menemukan tantangan khusus. “Klien baru sering kali hanya tinggal sejengkal dari kehancuran finansial,” kata seorang perencana keuangan. “Seluruh topik sangat misterius bagi mereka. Saya mencoba membimbing mereka menuju stabilitas keuangan dan kebebasan ekonomi di masa pensiun mereka. “

Samuel Christian Tjahyadi, CFP®

International Financial Advisor

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *