Si Ganteng dari padepokan, itulah julukan yang saya berikan untuk robot buatan saya dan tim yang berlaga di Kontes Robot Maranatha 2011. Persiapan membuat robot ini sangatlah berkesan, dan pastinya akan melekat dalam memori seumur hidup saya. Tiga minggu dihabiskan “jungkir-balik” untuk membuat robot ini. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, setara dengan Blackberry Torch 2 sebagai pembanding
.
Walaupun dengan persiapan yang terbilang kurang, saya dan tim patut bersyukur atas prestasi yang telah didapat. Karena robot kami adalah satu-satunya robot buatan sendiri. Sedangkan tim lain berlaga dengan produk import. Saat pertandingan pun diwarnai dengan momen-momen emosional, karena dalam saat-saat yang krusial, “Dewi Fortuna” memihak kepada tim lain. Major storm terulang kembali, jalur board mikrokontroler kami putus (red: terbakar) tiga. Entah mengapa, padahal tidak ada hubung singkat dan semua jalur bekerja sesuai kapasitasnya. Sehingga, hal tersebut mempengaruhi kerja sensor dan servo. Tidak menghiraukan hal tersebut dan berusaha bertanding dengan “gaya bebas”, pada akhirnya pun kami berusaha maksimal dan Puji Tuhan kami mendapatkan Special Award. Intinya, robot kreasi lokal, karya anak-anak Padepokan Robot NEXT SYSTEM Bandung, semakin percaya diri dgn robot kreasi kami. Karena perubahan pada bangsa harus dimulai dari diri sendiri
.



