Sep
20

Rancangan Tuhan Sungguh Nyata Dalam Kehidupanku

Dalam hal ini, saya ingin sharingkan satu hal khusus untuk sahabat-sahabatku yang memperhatikan jalannya kehidupanku mengenai bagaimana indahnya Rencana Tuhan dibalik setiap kejadian yang saya alami di dalam kehidupan saya. Pada dasarnya setiap peristiwa manis maupun pahit, pasti ada Rencana Tuhan dibalik itu semua, dan Rencana Tuhan itu sangatlah indah untuk kita nikmati. Pembentukan karakter, mental, pandangan hidup dan pendidikan itu pahit, tetapi buahnya manis.

Sebagai pembuka, pertama-tama saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Tuhan Yesus Kristus yang selalu menjaga, merawat, memimpin, dan sebagainya dalam hal kehidupan, serta telah menyelamatkan saya dari dunia yang fana ini dan mengubah saya menjadi sesosok manusia baru. Kedua saya ucapkan terima kasih untuk orang tua saya sebagai wakil dari Tuhan yang telah bekerja keras untuk menghidupi saya dan mendidik saya menjadi seorang manusia. Ketiga saya berterima kasih kepada guru yang telah memberikan teladan dalam hal bersikap kepada saya. Terakhir saya berterima kasih kepada sahabat-sahabat saya yang selalu mendukung saya dalam hal kehidupan ini.

Dulu saya adalah orang yang bisa dikatakan tidak bisa bergaul, sosialisasi yang buruk dan bisa dibilang sesosok yang menyebalkan dalam lingkungan sosial karena hal-hal buruk. Hal ini dikarenakan saya terpengaruh dan jatuh kedalam dunia game sewaktu kecil, setiap waktu luang, bahkan waktu belajar diisi oleh game. Gawatnya, game yang saya mainkan saat kecil adalah game untuk 18 tahun ke atas (Bayangkan, saya sudah bermain Counter-Strike sejak kelas 2 SD). Sehingga hal tersebut memprogram otak bawah sadar saya dengan hal-hal kekerasan, hal keegoisan, hal-hal buruk lainnya. Tidak menjadi manusia, tetapi hanya sebagai penggila game, penggila hal-hal yang tidak memiliki interaksi dengan manusia lainnya, dan karena hal tersebut membuat saya sering berkelahi dengan anak-anak sebaya saya.

Menjalani hidup sebagai orang “freak” dari kelas 2 SD hingga kelas 5 SD tidaklah mudah. Karena tidak memiliki teman, hanya musuh di mana-mana, serta dijauhi rekan-rekan karena saya berbeda sikap dengan anak-anak yang lain. Akhirnya, karena keinginan orang tua saya melihat perkembangan saya, saya dipindahkan sekolah dari sekolah Plus ke sekolah Reguler, membuat saya harus beradaptasi dan berkenalan dengan teman-teman baru. Disadarkan oleh sosialisasi, Sudah ada tekad dalam diri saya untuk merubah diri saya 180 derajat dan melupakan kejadian masa lalu serta berpandangan terus ke depan untuk lebih baik lagi. Ternyata saya berhasil memutar diri saya, tetapi masih belum mencapai target. Perubahan sikap dan hal dalam bertingkah serta pola pikir sudah terlihat. Hal dalam empati, simpati serta toleransi sudah terbentuk. Karena dari pergaulan papan atas ke pergaulan pertengahan serta menengah ke bawah, membuat mata saya terbuka dan melihat bagaimana dunia itu sebenarnya.

Lulus SD masih kekanak-kanakan dibina masuk ke SMP. Saat itu berdiri Science Club SMA, oleh papi saya dimasukkan program robotik, ternyata progressnya bagus dan langsung mencetak juara pertama kali dalam kurun waktu 2 minggu. Sehingga robotik menjadi program rutin bagi anak-anak SMA setiap hari Senin. Dari sana saya mulai berpikir bahwa saya sebagai anaknya pasti bisa, tetapi terhalangi oleh kepribadian lama saya, saya paling “anti” kalau orang tua bertemu dengan teman atau guru, saya langsung jaga image. Akhirnya, saya dipaksa papi secara tersirat dengan perkataan “Ga ada yg nge-jemput sekolah hari Senin, kalau mau ikut papi, daripada nunggu sampe jam 3 ga ada kerjaan, lebih baik ikut robotik, kenalan, gaul sama kakak-kakak kelas.”  Karena dipaksa akhirnya saya mengikuti program tersebut dikelilingi oleh anak-anak umur 16-18 tahun, saya umur 11 tahun waktu itu. Setelah satu semester program tersebut berjalan, saya masih takut untuk berbicara dengan kakak kelas. Karena hal itu akhirnya saya mengajak rekan untuk mengikuti dan mendampingi saya yaitu sahabat-sahabat saya kini: Ricky, Andre dan Yoses.

Mulai dari belajar komponen-komponen dasar, memasang komponen di breadboard dan memadukannya dengan programming mikrokontroler seperti membuat LED nyala dan mati, terakhir saya dan rekan membuat mainan mobil-mobilan yang dikontrol dengan mikrokontroler. Bayangkan, anak kelas 7 sudah bermain dengan mikrokontroler pada saat itu, wow! Setelah sekian lama bermain mikrokontroler, satu sahabat saya Yoses mengundurkan diri dari ranah permainan ini. Karena hal itu, saya tersadar akan sikap saya yang kurang bersahabat, kurang bisa bekerja sama, egois. Saya mulai memperbaharui diri dengan membangun kerja sama antar individu, menghargai setiap pendapat dan menghargai orang lain. Karena sudah lumayan dalam bermain mikrokontroler, saya akhirnya diajak ke ranah robotik oleh papi saya. Awal perkenalan dengan LEGO, mengajak saya untuk mengikuti kompetisi. Konstruktor handal kami, Andre membangun robot yang dahsyat dan kreatif. Lalu bagian programming saya dan support teknis Ricky. Berhasil mencetak peringkat ke 4 di sebuah kompetisi nasional tahun 2007. Kami sebenarnya pemenang karena istilahnya, kalau senjata kami diberitahu hanya boleh pakai pistol, ternyata yg juara 1,2,dan 3 memakai machine gun. Ternyata mis-understanding antara panitia dan pihak kami. Saya ingat setelah pertandingan papi saya, Ibu Susanti, Pak Timmy, dan Pak Yoseph menyalami kami dan berkata “Good! Hebat! Kalian tetap adalah juaranya!”

Sangat menyentuh hati, dari sana saya belajar inilah dunia, inilah kompetisi, inilah cara bagaimana agar kita bisa survive. Teringat saat masa-masa latihan menjelang pertandingan tadi, saya dan rekan-rekan belajar bagaimana bersosialisasi dengan anak-anak SMA, mata kami juga terbuka akan dunia remaja yang sebelumnya kami blank akan hal tersebut. Kembali ke laptop, setelah pertandingan tersebut kami menjadi lebih akrab satu sama lain, karena masuk RCTI serta koran Tempo juga, kami menjadi sedikit lebih “eksis” ;) .

Setelah itu kami berkumpul dengan anak-anak robotik yg SMA layaknya seperti saudara, semua saling berbagi, canda tawa menyelimuti kita semua, teringat akan hal itu angkatan pertama seperti: Wisnu, Theo, Bryan (Wewey), Caroline, Henry James, Leon, Ci Ive. Semua kompak, sangatlah indah! Hal-hal tersebut benar memanusiakan saya. Setelah event tersebut berlalu anak-anak kelas 2 SMA sudah naik ke kelas 3 SMA, tandanya untuk mengucapkan salam perpisahan, karena keputusan kepala sekolah memutuskan untuk fokus ke UN. Tersisa Leon, Ci Ive masuk anggota baru seperti David, Steven, Eric Christiandi dan Eric Andreas (Gemblong).

Rancangan Tuhan, rancangan penuh pengharapan, rancangan yang tidak diketahui oleh kita, tetapi kita tahu itu sangat baik dan dahsyat bagi kita semua. Tuhan Yesus mengasihi kita semua dari sekarang sampai selamanya :) !

Sep
20

Si Ganteng dari Padepokan

Si Ganteng dari padepokan, itulah julukan yang saya berikan untuk robot buatan saya dan tim yang berlaga di Kontes Robot Maranatha 2011. Persiapan membuat robot ini sangatlah berkesan, dan pastinya akan melekat dalam memori seumur hidup saya. Tiga minggu dihabiskan “jungkir-balik” untuk membuat robot ini. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit, setara dengan Blackberry Torch 2 sebagai pembanding ;) .

Walaupun dengan persiapan yang terbilang kurang, saya dan tim patut bersyukur atas prestasi yang telah didapat. Karena robot kami adalah satu-satunya robot buatan sendiri. Sedangkan tim lain berlaga dengan produk import. Saat pertandingan pun diwarnai dengan momen-momen emosional, karena dalam saat-saat yang krusial, “Dewi Fortuna” memihak kepada tim lain. Major storm terulang kembali, jalur board mikrokontroler kami putus (red: terbakar) tiga.  Entah mengapa, padahal tidak ada hubung singkat dan semua jalur bekerja sesuai kapasitasnya. Sehingga, hal tersebut mempengaruhi kerja sensor dan servo. Tidak menghiraukan hal tersebut dan berusaha bertanding dengan “gaya bebas”, pada akhirnya pun kami berusaha maksimal dan Puji Tuhan kami mendapatkan Special Award. Intinya, robot kreasi lokal, karya anak-anak Padepokan Robot NEXT SYSTEM Bandung, semakin percaya diri dgn robot kreasi kami. Karena perubahan pada bangsa harus dimulai dari diri sendiri :) .

Sep
20

Perbedaan Serangan Jantung Antara Pria dan Wanita

Sedikit mengutip dari situs berita favorit saya: http://www.detik.com (bukan promosi :D ) hal ini merupakan hal yang sangat berguna. Karena di zaman post-modern ini gaya hidup cenderung lebih buruk sehingga penyakit-penyakit kronis dapat bermunculan pada siapapun.

Serangan jantung bisa menimpa pria dan wanita meskipun rasionya lebih besar terjadi pada lelaki. Sakit atau nyeri yang dirasakan saat serangan jantung muncul sangat berbeda antara pria dan wanita. Ketahui nyeri bagian mana saja yang berbeda antara pria dan wanita saat kena serangan jantung.

Serangan jantung atau yang juga dikenal dengan myocardial infraction adalah kematian otot jantung mendadak akibat adanya pembekuan darah pada arteri koroner. Tugas jantung untuk memompa 4-5 liter darah setiap menitnya ke seluruh tubuh menjadi tidak lancar jika otot jantung rusak. Jika aliran darah tidak dikembalikan ke otot jantung maka dalam waktu 20-40 menit bisa menyebabkan kematian.

Perbedaan itu salah satunya karena wanita memiliki jantung dan arteri lebih kecil dari pria. Akibatnya selama serangan jantung, wanita dan pria menunjukkan gejala yang berbeda.

Gejala serangan jantung yang dirasakan pria:

  1. Nyeri dada, serasa ditimpa beban, rasa sakit, terjepit dan terbakar yang menyebabkan sesak napas dan tercekik di leher.
  2. Nyeri dada ini lalu menjalar ke lengan kiri, leher dan punggung.
  3. Timbul keringat dingin, tubuh lemah, jantung berdebar
  4. Gangguan pencernaan.

Gejala serangan jantung yang dirasakan wanita:

  1. Mengalami sesak napas
  2. Kelelahan yang tidak biasa
  3. Keringat dingin
  4. Mual, pusing
  5. Merasakan kecemasan atau ketakutan.

Pada perempuan hampir sebagian besar tidak mengalami nyeri dada selama fase serangan jantung. Sebaliknya pada pria, rasa nyeri dada adalah gejala yang paling penting saat serangan jantung.

Harap diingat ini bisa terjadi pada siapa saja dan umur berapapun.

Mar
02

Mengapa Orang Asia Kalah Kreatif Dibanding Orang Barat?

Seringkali terlintas di benak kita, mengapa orang Asia kalah kreatif dengan orang Barat? Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya “Why Asians Are Less Creative Than Westerners” (2001) yang dianggap kontroversial tapi  ternyata menjadi “best seller”, mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang:

  1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer dibanding profesi dokter, pengacara dan sejenisnya, yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seseorang untuk memiliki kekayaan banyak
  2. Bagi orang Asia, banyaknya  kekayaan yg dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun di-tolerir / diterima sebagai sesuatu yg wajar.
  3. Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada  pengertian. Ujian Nasional, tes masuk Perguruan Tinggi, dll., semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 imu pasti dan ilmu hitung lainnya, bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.
  4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit sedikit ttg banyak hal tapi tidak menguasai apapun).
  5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dalam Olimpiade Fisika dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya, yang notabene berbasis inovasi dan kreativitas.
  6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibatnya, sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko, kurang dihargai.
  7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.
  8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru / narasumber untuk minta penjelasan tambahan.

Dalam bukunya Prof.Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sbb:

  1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun mesjid atau pesantren tapi duitnya dari hasil korupsi.
  2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.
  3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X * Y harus dihafalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.
  4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yg lebih cepat menghasilkan uang.
  5. Dasar kreativitas adalah rasa penasaran dan berani ambil resiko. AYO BERTANYA!
  6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui dgn bangga kalau kita tidak tahu!
  7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan. Sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passion-nya dan mendukungnya.

 

Feb
20

Android

Akhir-akhir ini di kalangan mobilis nama “Android” muncul menyaingi esksistensi dari nama populer sebelumnya “Blackberry”. Sebenarnya, kita menyebut “Android” itu apa sih? Menurut ensiklopedia online “Wikipedia”: Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux.

Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola,Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Hari-hari sekarang, yang diutamakan dari sebuah smartphone bukanlah kamera yang bermega-mega pixel atau yang lainnya, itu memang masuk spesifikasi. Tetapi, yang utama merupakan kestabilan dari sistem operasi tersebut dan konsistensinya.

Kembali ke topik Android, pada saat perilisan perdananya pada tanggal 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Apa fitur-fitur dari Android sendiri?

Fitur yang tersedia di Android adalah:

  • Kerangka aplikasi: itu memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.
  • Dalvik mesin virtual: mesin virtual dioptimalkan untuk perangkat mobile.
  • Grafik: grafik di 2D dan grafis 3D berdasarkan pustaka OpenGL.
  • SQLite: untuk penyimpanan data.
  • Mendukung media: audio, video, dan berbagai format gambar (MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
  • GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware dependent)
  • Kamera, Global Positioning System (GPS), kompas, dan accelerometer (tergantung hardware)

Kelebihannya, Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar.

Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

Jadi, untuk hari ini sebenarnya sistem operasi mobile yang terbaik layak dipegang oleh Android karena stabilitas dan berbagai keunggulannya.

Feb
20

Tips Membuat Karya Tulis Ilmiah

Kesulitan membuat karya tulis ilmiah sepertinya sudah menjadi hal yang fenomenal dalam kegiatan sehari-hari. Tidak terbiasa atau belum berpengalamannya dalam hal menulis menjadi salah satu kendala. Agar dapat mengatasi hal tersebut berikut beberapa tips untuk membuat karya tulis ilmiah:

Menulis Karya Ilmiah

Sebelum mulai menulis, sadari betul bahwa tujuan penulisan adalah memberi ilmu atau minimal informasi yang diharapkan berguna bagi pembaca. Karena itu, renungkan betul manfaat bagi pembaca kalimat demi kalimat yang kita tuliskan. Kalimat/paragraf yang dimulai dengan rangkaian kata “Sebagaimana kita ketahui bersama…” bisa dipastikan tidak ada manfaatnya bagi pembaca. Buat apa ditulis kalau sudah diketahui bersama. Pada dasarnya tidak ada salahnya mengungkap pengetahuan bersama tersebut, asal disadari betul fungsinya sebagai dasar pengantar alur logika untuk pengumkapan hal-hal yang hendak dikemukakan.

Seberapa Panjang?
Meskipun kadang disebutkan dalam panduan penulisan laporan tugas akhir (skripsi, thesis, desertasi), jumlah halaman hanya lah merupakan petunjuk tentang kedalaman dan keluasan materi yang dikehendaki. Pada umumnya tidak ada ketentuan baku dari jumlah halaman naskah tulisan tugas akhir. Pembatasan jumlah halaman yang kaku hanya masuk akal pada penerbitan berkala tertentu yang memang secara fisik ada pembatasan ukuran. Bisa saja kita menulis tugas akhir 20-40 halaman, namun bila memang banyak yang hendak disampaikan, beberapa ratusan halaman pun tidak masalah. Kuncinya sama, pastikan tiap kalimat berguna bagi pembaca.

Kenali Target Pembaca
Untuk memaksimalkan manfaat tulisan bagi pembaca, kita perlu membuat asumsi tingkat pengetahuan target pembaca tulisan itu. Untuk tugas akhir, cukup aman mengasumsikan target pembacanya adalah sesama mahasis dari jurusan yang sama di seluruh dunia. Kelebihan kita dari pembaca ada pada aktivitas penelitian yang dilakukan. Kita melakukannya, target pembaca tulisa kita melakukan penelitian lain. Selain itu, kita membaca bahan pustaka pada bidang kajian tugas yang bersangkutan lebih banyak dari sidang pebaca naskah tugas akhir yang kita buat.

Bahasa: Aspek Terpenting Karya Tulis
Sambil praktek menulis, kita bisa mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Di negeri berbahasa Inggris, para mahasiswa biasa kesana kemari membawa kamus Inggris-Inggris. Sangat boleh jadi, warga negera Indonesia juga memerlukan kamus Indonesia-Indonesia, Sempatkan membelinya. Tidak ada ruginya untuk memiliki Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pastikan setiap kalimat yang kita tuliskan mengandung subyek dan predikat secara lengkap. Bila tidak ahli betul, hindari penulisan kalimat kompleks. Jarang ada mahasiswa yang bisa menyelesaikan kalimat yang dimulai dengan kata sambung. Sebagai latihan, coba lengkapi kalimat berikut ini.

“Dengan diberlakukannya undang-undang informasi dan transaksi elektronik……..”

“Apabila angin lesus itu terjadi lagi pada musim penghujan yang datang terlambat tahun ini….. “

Perhatikan betul penggunaan tanda baca. Kita sangat bergantung pada tanda baca sebagai pengganti intonasi pada bahasa percakapan. Tidak ada spasi setelah tanda kurung buka. Tidak ada spasi sebelum tanda kurung tutup, titik, koma, tanda seru, titik dua, titik koma, dan tanda tanya. Sepintas, aturan ini tidak meninbulkan masalah, namun sesekali bila diabaikan kita akan menemukan tanda tanya, seru atau kurung tutup pada awal baris. Janggal bukan?

Jangan takut mengadopsi kata-kata asing secara langsung. Aturan main Bahasa Indonesia yang perlu diingat betul saat mengadopsi kata asing adalah kesesuaian antara tulisan dan bacaan. Kata “computer” dan “memory” bisa langsung digunakan dengan penyesuaian penulisan menjadi “komputer” dan “memori” yang dapat dibaca seperti kata-kata dalam bahasa Indonesia yang lain.

Sistematika Penulisan

Secara umum karya tulis ilmiah terbagi dalam 4 bagian: pendahuluan, pokok, hasil, dan penutup. Pendahuluan memuat hal-hal yang menjadi alasan dilakukannya kegiatan ilmiah yang dilaporkan dalam tulisan tersebut. Pendahuluan memuat studi pustaka yang mengungkap laporan-laporan kegiatan ilmiah terdahulu yang berkaitan dengan topik serupa. Dari uraian studi pustaka diharapkan dapat disusun suatu ungkapan tentang hal menarik yang bakal terungkap apabila dilakukan penelitian lebih lanjut. Ungkapan semacam ini resminya disebut hipotesa. Bagian pokok karya tulis memuat rencana kerja kegiatan penelitian untuk mengungkap kebenaran hipotesa. Untuk mempertanggungjawabkan kegiatan, perlu dituliskan landasan teori yang menghubungkan pernyataan-pernyataan pendukung kebenaran hipotesa dengan hasil-hasil kegiatan penelitian. Pelaksanaan kegiatan ilmiah dilaporkan di bagian hasil dari karya tulis. Segala yang dilakukan, urut-urutannya, peralatannya dan data-data yang dihasilkan disampaikan di bagian ini. Prinsip manfaat tetap berlaku. Artinya tabel-tabel panjang yang membosankan harus diolah dulu sedemikian hingga bisa tampil dalam angka-angka/grafik yang mudah difahami dengan rujukan ke data lengkap yang disertakan sebagai lampiran. Di bagian hasil ini pula data-data tersebut dibahas.

Penutup sering diisi dengan kesimpulan dan saran. Di naskah-naskah laporan tugas akhir yang pernah saya baca, banyak dijumpai bab kesimpulan yang secara kurang tepat diisi dengan ringkasan baik dari bahan bacaan studi pustakan dan landasan teori maupun dari pokok penelitian. Kesimpulan bukan ringkasan. Tuliskan kesimpulan pada bab kesimpulan. Kesimpulan adalah ungkapan yang hanya bisa disampaikan setelah dilakukan suatu kegiatan penelitian. Untuk menguji layak tidaknya suatu uangkapan masuk dalam daftar kesimpulan, andaikan penelitian yang bersangkutan tidak dilakukan. Apabila ungkapan tersebut masih memiliki nilai kebenaran tanpa melihat hasil-hasil penelitian maka bisa dipastikan itu bukan kesimpulan. Kalau isinya bersifat ringkasan, buat saja sub bab ringkasan pada bab penutup. Saran di bab penutup ditujukan pada mereka yang berminat untuk nemeruskan lebih jauh penelitian yang bersangkutan. Saran pada industri atau institusi tempat penelitian lebih cocok ditempatkan pada sub bab kesimpulan.

Proposal
Cara penulisan proposal penelitian tidak berbeda dengan penulisan laporannya kecuali pada bab hasil dan penutup. Untuk proposal, bab hasil diganti dengan bab rencana kerja yang berisi jadwal dan komponen pembiayaan; bab penutup diisi dengan janji-janji keuntungan yang bakal diperoleh apabila penelitian tersebut dilaksanakan. Selain itu, pada proposal belum ada halaman abstract atau intisari.

Intisari
Halaman intisari (terjemahan dari abstract) berisi tiga bagian yang bisa dituangkan dalam satu atau tiga paragraph tergantung pada kemampuan kita mengungkapkan abstraksi dari semua aspek kegiatan penelitian yang bersangkutan. Bagian pertama intisari mencerminkan isi bab pendahuluan, bagian kedua mewakili bab pokok dan bagian ketiga mewakili bab hasil dan penutup. Coba saja mulai dengan membuat ringkasan pendahuluan, pokok dan hasil/penutup tanpa memperhatikan ukurannya. Teliti kalimat demi kalimat, gabung-gabungkan menjadi kalimat-kalimat dalam jumlah yang lebih sedikit. Lakukan terus sampai panjang intisari mencapa ukuran yang kita kehendaki, yakni tidak lebih dari satu halaman.

Karya Perancangan dan/atau Pengembangan


Banyak orang berpendapat bahwa karya perancangan atau pengembangan sistem tidak dapat dilakukan dan dilaporkan sebagaimana karya penelitian ilmiah pada umumnya. Saya tidak setuju. Apabila dilaksanakan sebagai kerja tugas akhir program pendidikan S1, S2, atau S3, kerja perancangan atau pengembangan sistem harus dilaksanakan dan disajikan sebagaimana pelaksanaan dan penyajian penelitian ilmuah pada umumnya.

Yang dirasa sulit pada kegiatan perancangan atau pengembangan sistem ada pada pengungkapan hipotesa. Kalau kita simak kembali pada ide bahwa hipotesa merupakan ungkapan hal baru yang cukup menarik ditelaah kebenararannya makan kita bisa memperkirakan hal baru apa yang muncul dari hasil rancangan atau pengembangan sistem tersebut.

Semoga tips-tips berikut bermanfaat bagi kita semua.

Dikutip dari sini ( di-edit )

Feb
20

Kembangkan Kreativitas Anak Dengan Robotik

Begitu kita mendengar tentang robot, maka pikiran kita langsung  tertuju pada sebuah mesin atau mainan yang mirip dengan manusia.  Hanya saja pergerakan yang dilakukannya kaku, tanpa bisa dikontrol  dengan baik.

Terobosan baru tengah terjadi di dunia pendidikan kita. Bersamaan  dengan berkembangnya teknologi, ilmu yang memperlajari sistem  robotik (ilmu membuat robot) pun telah merambah ke sekolah-  sekolah yang ada di sekitar kita. Kini, ilmu robotik tak lagi milik  mahasiswa perguruan tinggi. Siapapun bisa membuat robot asalkan  paham dasar-dasar ilmu robotik.

Sama seperti pelajaran yang lain, dalam mempelajari ilmu robotik dibutuhkan teknik pembelajaran yang terbaik agar hasilnya maksimal. Maksudnya adalah memberi kesempatan kepada anak untuk menuangkan apa yang ada di dalam dirinya menjadi sebuah hasil karya.

Robotik sendiri adalah sebuah bidang studi yang erat kaitannya dengan beberapa pelajaran lain seperti matematika, science, dan teknologi. Dengan belajar robotik, kita dapat menerapkan ilmu yang kita pelajari di bidang-bidang pelajaran tersebut.

Robotik memberi kesempatan bagi anak-anak untuk menghubungkan pelajaran yang telah mereka dapatkan menjadi sebuah teknologi yang produktif di masa-masa sekarang dan yang akan datang.

Melalui ilmu robotik, kita akan mengenal robot jauh lebih dalam lagi. Sebuah robot dalam bentuk mindstorm, di dalamnya terdapat otak (brain), perangkat keras (komponen-komponen penyusun robot, baik itu berfungsi sebagai input, output ataupun body) serta perangkat lunak (programming language).

Membuat robot jelas erat kaitannya dengan matematika, science, dan teknologi. Pasalnya, ketika membuat robot, baik itu konstruksi atau pemrogramannya, seseorang tidak akan pernah lepas dari perhitungan matematika dan dasar-dasar pemikiran logika.

Sederhananya, ada beberapa materi dasar yang harus diketahui ketika kita mempelajari ilmu robotik. Pertama, belajar sistem robot, di sesi ini kita akan belajar mengenal robot secara teori. Kedua adalah mengenal komponen-komponen robotik, maksudnya, perangkat-perangkat yang ada di dalam robot kita kenali, baik itu nama ataupun fungsi kerjanya. Selanjutnya sesi konstruksi dan pemrograman. Tahap ini tak kalah penting karena di sinilah robot disetting agar bisa bergerak sesuai keinginan kita. Membuat sensor-sensor pada robot. Pada tahap ini, robot yang telah dirakit dipasang sensor-sensor pengenal yang akan memandu ia bergerak.

Bicara tentang pendidikan anak, mempelajari ilmu robotik jelas akan sangat menguntungkan bagi mereka. Alasannya, dengan belajar ilmu robotik seorang anak dapat meningkatkan kreativitas dan daya imajinasinya yang kemudian dituangkan dalam sebuah karya nyata berbentuk robot. Selain itu, robotik juga melatih anak cara berpikir yang terstruktur dan menyelesaikan sebuah masalah dengan akurat.

Dengan memperkenalkan ilmu robotik kepada seorang anak, itu berarti kita telah berupaya menciptakan generasi penerus yang lebih baik lagi. Bayangkan, jika 10 atau 20 tahun lagi, anak-anak kita ada yang berhasil membuat robot berteknologi tinggi, sebagai orang tua tentu kita akan merasa bangga. Selain membuat harum nama keluarga, ia juga membuat harum nama bangsanya.

Feb
15

Major Storm

Sudah 1 tahun lebih saya tidak blogging. Hope, saya bisa mulai blogging lagi mulai dari saat ini, memberikan inspirasi serta motivasi dan sharing kepada para pembaca. Major Storm atau istilah yang familiar dengan kita yaitu : Hujan Badai atau Puting Beliung. Disini kita melihat bahwa peristiwa seperti ini tidak bisa diprediksi, kapanpun waktunya serta dimanapun tempatnya kita tidak bisa tahu. Sama halnya dalam robotik, kejadian ini dapat menimpa siapa saja, dengan keadaan apapun, walaupun sudah diusahakan untuk meminimkan kejadian ini untuk dapat terjadi.

Saat saya dan kawan saya berlaga di ajang nasional dalam kompetisi robotik, saya terkena peristiwa ini. Sesi latihan dilewati, dari 40 tim yang ada hanya robot tim saya yang finish, sisanya hanya tersendat/macet di tengah-tengah bahkan saat start pertama kali. Saya dan kawan sudah finish sebanyak 6 kali percobaan terakhir dari 8 kali mencoba. Sudah percaya diri, saya pun berhenti untuk mencoba dan rehat sejenak untuk memasukki sesi taketime ( baca: pengambilan waktu ). Ternyata, saat pengambilan waktu robot saya tiba-tiba mati dan berhenti di jarak 1 jengkal tangan dari finish, melakukan re-try dan berhenti lagi di tempat yang sama.

Sempat, frustasi tetapi masih mencatatkan poin yang terbaik di saat itu. Saya dan rekan berusaha untuk memperbaiki program se-efektif mungkin agar menghilangkan efek “keberuntungan” tersebut. Tapi, sialnya saat take time ke-dua ada robot tim lawan yg ga pernah finish, tapi salah baca sehingga finish, sangat beruntung! Ironisnya, robot saya yg finish saat take time ke-dua kabel catu daya robot saya putus dan tidak diberi ijin untuk memperbaiki. Sungguh menyesakkan, tetapi di sana saya mengambil banyak sekali pengalaman serta pelajaran berharga. Tidak boleh over-confidence dan tetap fokus kepada target jangan lihat kanan kiri. Sekian sharing dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Tuhan Memberkati.

Feb
15

Banggakah Anda Dengan Sekolah Anda?

Saya sebagai salah satu siswa yang sekarang duduk di kelas XI jurusan IPA di suatu sekolah di Bandung. Dari sisi lingkungan nyaman dan asri, anak-anaknya menyenangkan. Namun, saya tidak melihat dari sudut pandang itu. Karena sekolah adalah pendidikan, merupakan sebuah sarana pembelajaran. Saya merasa kecewa dengan perilaku para pendidik, atau saya sebut oknum (red-guru) yang tidak mencerminkan seorang pendidik. Hal pertama, Suatu pepatah mengatakan: “Jadilah pendidik yang mendidik seorang manusia agar menjadi dirinya sendiri, bukan cetakan dari pendidik tersebut.” Suatu pepatah yang berat bagi pengajar masa kini, adalah tuntutan dari pasar tidak sama dengan output kalangan pendidikan, alias beda kiblat.

Banyak oknum guru yang mengajar hanya semata-mata untuk memenuhi koceknya, bukan karena passion mengajar yang dimilikinya. Hasilnya? Bisa ditebak sendiri. Hal kedua, ada oknum yang berperilaku dan bersikap tidak seperti seorang pendidik. Lebih cocok disebut anak TK dibanding seorang pendidik, sangat ironis! Karena suatu hal sepele yang diperbuatnya, tetapi dibesar-besarkan olehnya, sehingga membuat dampak yang besar kepada murid-murid. Jelas, saya sudah tidak respect dengannya, buat apa menganggap dia sebagai guru? Toh, perilakunya kekanak-kanakkan. Seperti saat berjalan dia membuang muka, tidak mengakui eksistensi dari saya, saya juara tidak diumumkan selayaknya hak dari setiap murid sekolah.

Oknum tersebut juga membuat banyak gesekan dengan setiap guru. Sampai-sampai beberapa topik pelajaran di sekolah menjadi suatu hal yang “SARA” karena oknum guru tersebut. Berani sampai seperti itu, karena dia merasa berkuasa telah “dekat” alias sebagai penjilat atasan. Bisa ditebak, langkah selanjutnya adalah menusuk atasan dari belakang. Mengerikan bukan? Sekian yang bisa saya sharingkan, semoga ini bisa menjadi suatu cerminan reflektif bagi kita semua dan berguna bagi kita semua. Tuhan Memberkati.

Feb
14

Selamat Datang

Selamat datang di Web’s Log saya, Samuel Christian Tjahyadi. Profil selengkapnya bisa dilihat dalam halaman Profil. Jikalau ingin memberikan masukkan atau testimoni silahkan tuliskan di halaman testimoni web’s log saya yang sederhana ini. Kiranya semua ini dapat memberikan efek yang positif dan dahysat bagi kita semua. Jikalau ada kesalahan dalam penulisan atau penyampaian serta tata-bahasa mohon di-maklumi karena penulis masih menuntut ilmu. Selamat membaca :) !